Kamis, 09 September 2010

Manfaat budaya Jawa untuk kesehatan

budaya Jawa selalu diidentikan dengan kesan kuno. sebenarnya tidak hanya budaya Jawa, hampir semua budaya terkadang dianggap kuno oleh sebagian generasi muda Indonesia. bahkan sebagian besar sudah membuang budaya Jawa tersebut. Dibuang karena dianggap ketinggalan zaman dan tidak lagi diperlukan, apalagi dalam bersosialisasi, dapat dianggap "tidak gaul" dan akhirnya dikeluarkan atau diasingkan oleh komunitasnya.

Sayangnya, budaya yang dianggap sudah kuno tersebut (dalam hal ini budaya Jawa), ternyata memiliki manfaat yang luar biasa. misalnya, tari Gambyong yang terkesan lama dan membosankan merupakan salah satu tarian yang dapat membantu seseorang untuk tidak terkena stroke. lalu, tulisan jawa "Hanacaraka" pun memiliki pola artistik yang tinggi dan dapat membantu mengenali gangguan stroke pula...

budaya yang adiluhung tersebut, mulai ditinggalkan. dianggap kuno dan tidak sesuai dengan zaman sekarang. pertanyaannya, apakah memang benar demikian, atau tanpa disadari ini adalah cara untuk menggeser secara perlahan budaya kita yang katanya kuno tetapi memiliki manfaat tinggi untuk kehidupan?

8 komentar:

  1. mungkin budaya jawa yg semuanya serba pelan2 dari cara berjalan sampai cara berbicara jg mempunyai manfaat untuk mengurangi resiko tekanan darah tinggi dan pada akhirnya mengurangi resiko stroke jg ya..hehe.

    BalasHapus
  2. Arlene, memang budaya Jawa yang terlihat perlahan tersebut, ternyata dapat membantu mengurangi risiko stroke...

    BalasHapus
  3. tari Gambyong ??? hadeeeh masa sih pak?

    BalasHapus
  4. betul Lis. karena tari gambyong tersebut mengandung unsur energi. gerakan yang terasa lambat tersebut merupakan pencerminan pengaturan energi dalam tubuh. hal tersebut baru dapat terjadi apabila koordinasi motorik berjalan baik. koordinasi motorik diatur oleh? otak...

    BalasHapus
  5. Pak, bagaimana tulisan "Hanacaraka" dapat membantu mengenali gangguan stroke?

    BalasHapus
  6. Menurut buku yang saya baca, huruf hanacaraka, banyak
    liukan yang membuat orang yang menulisnya jadi menggerakan gerakan halus. Untuk dapat menggerakan tersebut, dibutuhkan kerja saraf. Kerja saraf tersebut yang membantu penderita stroke

    BalasHapus
  7. bisa minta referensi nama buku dan pengarangnya pak??
    trimakasih sblmnya

    BalasHapus
  8. Pengarang bukunya adalah dr. Arman Yurisaldi. judul buku, saya agak lupa, kalau tidak salah "manfaat budaya jawa untuk kesehatan"

    BalasHapus